Kok kaya laporan sama facebook?


Sejak wabah facebook melanda dunia, mengakibatkan banyak orang mengalihkan sebagian waktunya untuk membuka situsnya Mark Zuckerberg ini. Bahkan ada lho yang menjadi situs wajib buka setiap hari . Mending ga makan daripadaga buka facebook.. oh salah ya? Lebay kayanya kalau begitu, hehehe.. . Padahal sebenarnya facebook fungsinya tak ubahnya dengan beberapa situs pertemanan lain yang sudah ada sebelumnya, macam friendster, flixter, hi5, plurk, dan lainnya. Sekarang ini siapa sih yang ga punya account facebook? mulai kalangan pelajar,ibu rumah tangga, artis, bahkan politikuspun memiliki account di facebook. Katanya kalau ga punya dibilang “jadul banget sih kamu? bikin doong..”  :D

 

Memang sih diakui facebook cukup powerfull untuk utamanya menemukan teman-teman lama yang sudah lost contact, ga ketahuan dimana rimbanya. Tapi ada juga sisi negatifnya : facebook itu “nyandu”, bos. Saya katakan nyandu ya karena rasanya kalau ga bukan facebook sehari tuh mungkin buat sebagian orang berasa udah ketinggalan info banget. Padahal kenyataannya dulu ga punya facebookpun juga gapapa kan? Inget deh, jaman dulu ga ada friendster, apalagi facebook kita juga santai-santai aja kan.. Tapi kenapa sejak ada”mainan baru” itu kita jadi kaya dicanduin ya?

 

Contohnya aja nih soal status. Kan di facebook kita sering lihat teman-teman kita nulis status di facebooknya tuh . Mulai kegiatan “penting” sampai “gak penting”. Oh maaf, atau mungkin semuanya penting kali ya, kan kita tidak tahu ukuran penting/tidaknya sebuah status buat sebagian orang ya.. . Tapi kok kesannya malah jadi kaya “laporan” sama facebook ya.. Apa-apa ditulis, ngapa-ngapain diinfokan ke semua orang. Kayanya the whole world need to know kegiatannya itu apa saja. Itu kesan yang saya tangkap ya. Saya ngerti, tahu, paham banget kalau facebook itu cuma mainan, cuma buat seru-seruan, cuma buat situs pertemanan, cuma buat hiburan.. mmh, tapi emang penting ya semua kegiatan harus ditulis? Misal nih : “lagi nemenin anakku bobo” (ya kalau lagi nemenin bobo ngapain juga fesbukan.. nemenin bobo mah nemenin aja.. hehehe ), “malam minggu ada di kantor teman” (kalau bapak di kantor teman terus kita mau ngapain pak?), “lagi makan sate ayam.. hmmm.. yummy..” (emang kalau sudah ditulis di facebook terus aromanya bisa nyampe ke temen-temen yang ada di friendlist-nya gitu? Mending kalau di kasih , kalau cuman dipamerin ya kesannya kok jadi kaya ga pernah makan sate ayam, heheh), “lagi mimik susu” (yaelah, ini apa lagi.. wah.. bener-bener status yang sok imut.. hahahaha ).

 

Status, memang facebook menyediakan kolom untuk kita bisa posting shoutout/status dengan kolom komen di bawahnya. Yang menandakan bahwa apapun kegiatan kita bisa/boleh dikomen oleh orang lain. Buat lucu-lucuan sih seru, tapi ada yang sampai ganti status lebih dari 3x sehari.. Beuuh.. lagi ga ada kerjaankah? Kebutuhan untuk diakui keberadaannya di dunia maya a.k.a eksis, rasanya itu sebutan yang lebih tepat ditujukan untuk orang-orang yang sangat rajin update status di dunia maya via facebook. Berhubung situs 1 itu yang lagi hip sekarang, makanya setiap waktu, setiap saat, pasti rajin update status, posting komen di statusnya orang-orang. Pokoknya tiada hari tanpa update statuslah.. hidup facebook !! Ampun deh..

 

Saya termasuk orang yang sangat jarang update status facebook. Bukan apa-apa , selain kebetulan kerjaan saya padat banget (kasian sih sebenernya) , ya karena menurut saya ga semuanya penting untuk diinfokan atau di share ke orang lain. Misal : “lagi banyak kerjaan nih, sibuk bangeeet” –> kalau sibuk kenapa masih sempat mainan facebook? . Atau : “lagi ngantuk berat” –> ya tidurlah, ngapain masih buka facebook juga?Istirahat.. Itu cuma contoh lho ya.. . Eit, ini bukan berarti semua orang harus sama kaya saya ya. Terserahlah mau update status per 5 menit sekali, silahkan. Per 2 hari sekali monggo, atau ga update status samasekali juga tidak ada yang melarang kok. Semua orang pasti punya pendapat yang beda-beda masalah posting status di facebook. Lepas dari masalah eksistensi diri, setiap orang punya maksud, kepentingan & tujuan tersendiri dengan account facebooknya & itu hak masing-masing orang kok.. Saya hanya sekadar pengamat dunia pencak fesbuk tercinta ini kok ..

 

.. PEACE ..

 

 

 

Kok kaya laporan sama facebook?

3 thoughts on “Kok kaya laporan sama facebook?

  1. vivi says:

    darling, menurutku tiap orang membutuhkan perhatian, its human nature,walaupun tingkatannya beda2 ya. sama spt tiap orang pgn utk menjadi lebih baik, pgn diakui bahwa dia ada, Its also human nature.Menurutku kenapa fb popular, krn situs pertemanan ini bisa mengisi kebutuhan dasar manusia yg tdk bs hidup sendiri,yg pada dasarnya sama aja spt situs serupa fs,blog,twitter,etc2 Hehhehehe. Bingung kan??

  2. ok, aku setuju.. itu kebutuhan hidup manusia. Tapi kalau semua-semua ditulis disitu kok ya.. gimana gitu.. hehehe.. Wajib lapor gitu deh. OK, pengen diperhatikan atau tidak bisa hidup sendiri tapi mosok sih dia hidup di dunia ini sebatangkara, ga punya temen lain dalam kehidupan real, ga ada keluarga? Ya bolehlah kalau sekedar posting, tapi sampai hal detail diposting kok kesannya jadi malah cari perhatian banget ya, hehehehe..
    Ya sudah, terlepas dari perdebatan penting & ga penting, semua situs pasti ada kelebihan & kekurangannya. Tinggal kita yang pinter2 milih situs mana yang sesuai & mempergunakannya sesuai kepentingan masing2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s