If Only It Were True


 

Semalam saya baru selesai membaca novelnya Marc Levy – If Only It Were True. Novel romantis yang didalamnya ternyata ada banyak sekali istilah kedokteran. Awalnya saya kira penulisnya pasti seorang dokter atau paramedis gitulah karena banyaknya penggunaan istilah-istilah kedokteran di novel itu. Knowledge tentang istilah-istilah yang sering digunakan oleh paramedis dan arsitek ditulis dengan begitu mengalir & lancar.

Setelah dibaca lebih lanjut.. oh ternyata si Marc Levy ini seorang arsitek, sodara-sodara. Eh, padahal biasanya penulis novel itu tulisannya nggak jauh-jauh dari profesinya. Itu bisaanya lhooo.. Tapi banyak juga kok penulis yang berusaha keluar dari comfort zone-nya, keluar dari rutinitas sehari-harinya. Berubah jadi sebuah karakter yang beda samasekali atau bahkan jauh dengan karakter aslinya. Hyaa.., kenapa jadi membahas si Marc Levy sih? Padahal saya mau bahas tentang isi bukunya lho..😀

Hmm.. coba ya bayangkan, jika sebuah tiba-tiba sebuah bank memberikan kalian uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Catet ya.. setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika kalian gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan kalian lakukan ? Tentunya kalian akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada, bukan?

Selintas saya memang benar-benar membayangkan bahwa itu adalah real “uang”, $ 86.400. Waduh, buat apa aja ya nantinya? Kontan menari-nari di kepala saya rencana ini itu, beli ini itu, kasih si A, si B, si C, dan segudang rencana lainnya. Lah, kok jadi serius amat saya ngebayanginnya ya.. :mrgreen:  .Setelah bosen ngebayangin, lanjut baca lagi. Oalah, ternyata yang dimaksud  $ 86.400  itu adalah.. WAKTU.. Iya, Sang Waktu..
Lho, kok bisa?

Kita semua memiliki bank seperti itu, temans. Namanya WAKTU. Setiap pagi, kita diberikan waktu 86.400 detik. Setiap malam akan dicatat sebagai kehilangan jika kita gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk kita dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika kita gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, it means kita akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Kita harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini . Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya …

Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat. Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api.. Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olimpiade..

So, tunggu apa lagi? Mulai hargai setiap waktu yang kita miliki. Dan hargailah waktu itu lebih baik lagi, karena kita juga membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu kita. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun.

Kemarin adalah sejarah …
Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah
Itulah yang disebut dengan berkat …
Waktu terus berjalan …
Jadi, lakukanlah yang terbaik untuk hari ini..

 

🙂

 

 

If Only It Were True

4 thoughts on “If Only It Were True

    1. xixixixixi.. iya yah? :mrgreen:
      kalo pas ada waktu banyak banget diantara kita yang lupa kalo punya waktu, banyak yaang nyia-nyiain. Tapi kalo udah lewat, nyesel deh..😦
      *berkaca pada diri sendiri*

  1. berjunjung.. eh berkunjung🙂
    lakukan terbaik untuk hari ini,
    dan lebih baik lagi besoknya..

    ngomongin waktu gak akan habis-habisnya,
    dan waktu jua yg selalu membuat saya sering malu menatap langkah yang kadang terlalu pelan melangkah ini

    salam !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s