Frase Yang Tak Terucap


Dipinggir jalanan yang basah, di ruang kubus transparan & berembun itu aku kembali menekan sejumlah angka bernada yang kuhafal diluar kepala dengan gugup. Detik jam berjalan merangkak, lambat bagai keong. Seiring dengan cemasku menanti seseorang menjawab teleponku diujung sana. Semilir angin menerobos dari sela pintu yang tak tertutup rapat, meniup riap-riap anak rambut di tengkukku, membuatku semakin gugup menggila.

Tepat disaat terakhir nada sambung itu, kudengar teleponku dijawab seseorang. Aah, akhirnya..  Aku menghela nafas lega.. Namun, aku kembali dilanda perasaan cemas bukan kepalang. Didera dilema luar biasa. Kini, hanya ada aku dan orang di seberang sana yang mulai membuka topik pembicaraan yang sama, sementara aku disini megap-megap merangkai kata.

Aku kembali menegang & mendadak berkeringat dingin. Kakiku gemetar menahan bobot tubuh yang tak seberapa. Gigiku gemeletuk saling beradu. Keringat dingin mengalir sebulir-bulir biji jagung. Padahal angin dingin di sekitarku masih tak berhenti bertiup. Aku makin merapatkan leher jaketku hingga menutup dagu. Untuk cuaca sebeku ini harusnya aku tidak berkeringat kan? Ya, sewajarnya memang seperti itu. Alisku bertaut, urat leherku mulai menegang. Arrgh.. aku mendadak gagu. Lidahku kelu. Diujung sana kau menyapaku dalam halo yang bernada gusar sama seperti minggu lalu. Dan sejurus kemudian..

K L I K !

Kau kembali menutup teleponku. Sama.. semuanya masih sama seperti minggu lalu. Dejavu. Aku gagal lagi memulai percakapan denganmu seperti minggu itu. Nyata -nyata temanya hanyalah sebuah pengakuan. Tentang sesuatu yang tak pernah kamu tahu. Tentang rahasia yang kusimpan rapat-rapat itu. Tentang pergulatan batin itu. Tentang rasa bersalah itu. Tentang pengakuan yang tak pernah terucap di depanmu. Tentang semua kamuflase & bualan-bualan sampah itu. Cerita tentang para pecundang itu. Tentang mulut yang terkunci setiap kali memandang wajah teduhmu..

 

Tentang kisah cinta rahasia sahabat baikmu & lelakimu ini..
Ya.. tentang pengkhianatan itu..

 

Maafkan aku sayang, karena tak bisa menjadi lelaki terbaikmu..

I love you..

 

 

 

gambar dipinjam dari sini

 

Frase Yang Tak Terucap

8 thoughts on “Frase Yang Tak Terucap

  1. Entah kenapa selalu nggak berhasil menulis sesuatu yang pendek, sederhana, tapi manis seperti ini…😦

    In short, I just wanna say… it’s very sweet! LOve this.
    Salam kenal yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s