Berani Bermimpi!


Siapa yang tak kenal Agnes Monica, artis muda multi bakat dengan segenap atribut dan idealismenya? Seorang artis lokal yang berani bermimpi dan mencanangkan dengan lantang bahwa kelak suatu hari nanti dia akan go international. Tentu saja perlu kepercayaan diri yang tinggi untuk berani mengeluarkan pernyataan“go international” itu ya, karena go international yang dimaksudkan publik tentu saja bukan hanya “sekedar” manggung dan terkenal (di sekitaran) negara tetangga, tapi lebih dari itu, go international yang dimaksudkan oleh publik adalah yang benar-benar mendunia, dikenal oleh publik secara internasional.

Bukan hal yang mudah pula bagi Agnes untuk menyakinkan banyak pihak bahwa dia kelak mampu mewujudkan mimpinya. Mengingat statement untuk go international sudah digembar-gemborkan beberapa tahun yang lalu dan sampai sekarang pun tak juga go international. Berbagai komentar positif dan negatif silih berganti menyambut idealisme “gilanya” itu. Tak sedikit pula yang menilai Agnes terlalu ambisius untuk menjadikannya sebagai artis internasional.

Pengertian penyanyi internasional kalau dalam kacamata saya adalah ketika seorang artis yang tidak hanya dikenal secara baik di negaranya sendiri, namun juga dikenal dan diakui oleh dunia. Ibaratnya, begitu kita menyebut nama artis A, orang akan langsung mengenali kalau dia adalah penyanyi yang mempopulerkan lagu X. Dia juga akan mengeluarkan album yang diproduksi dan diedarkan untuk konsumsi publik internasional. Sekali lagi, bukan hanya untuk konsumsi publik lokal, Asia dan tetangga-tetangganya ya. Itu kalau menurut saya ya. CMIIW.

Well, saya memang bukan fans Agnes Monica. Saya juga tidak pernah memperhatikan Agnes secara mendetail. Tapi ketika dia mengeluarkan album/video klip baru yang saya lihat adalah selalu ada saja yang baru dan berani Agnes tampilkan untuk penikmat musik Indonesia. Agnes adalah salah satu artis yang total. Bukan hanya total dalam menggarap album-albumnya, namun juga total menjaga idealisme, kondisi fisik dan penampilan yang selalu berbeda dengan artis lainnya. Memang ini tak lepas dari peran serta manajemennya yang kuat dan sangat mendukung hampir setiap jengkal langkah idealisme Agnes.

Hal lain yang diam-diam saya kagumi dari sosok seorang Agnes adalah keberaniannya untuk bermimpi jauh diatas mimpi lainnya. Mimpi yang out of the box, mimpi yang menurut saya gila dan luar biasa. “Lah, bukannya kalau jadi artis memang seharusnya bercita-cita untuk go international yah?”. Ah, kalau saya seorang artis dan sekedar bermimpi dan bercita-cita untuk go international mungkin saya juga bisa ya. Tapi soal kemampuan untuk mewujudkannya jadi nyata itulah yang masih dipertanyakan. Seleksi alam pasti akan ikut bermain menentukan siap tidaknya seorang artis untuk go international. Publik jugalah yang akan menilai sejauh apa dia sudah bekerja keras, sekeras apa dia sudah berusaha, dan seberapa besar kemampuan dia untuk menuju kesana. Saya melihat Agnes lihat tidak hanya sekedar bermimpi. Dia benar-benar berlari untuk mengejar dan mewujudkan mimpi besarnya itu. Dia tidak ingin omongannya hanya akan menjadi bualan kosong yang tiada hasil.

Diluar reaksi pro dan kontra, dukungan dan cibiran, serta perang komentar positif dan negatif tentang Agnes, sebenarnya ada beberapa hal positif yang bisa menginspirasi saya dan mungkin juga bagi yang lain :
1. jangan pernah takut untuk bermimpi;
2. jangan hanya berani bermimpi, namun yakini bahwa mimpi itu akan jadi nyata suatu hari kelak;
3. tetap berusaha untuk mewujudkannya menjadi nyata.

Btw, saya suka dengan video klip Agnes Monica – Paralyzed ini deh. Diluar komentar tentang beberapa scene video klipnya mirip (terinspirasi) dengan film atau artis ini/itu, buat saya video ini ratingnya adalah “megang banget” m/. Selain masih menampilkan sisi ke-Indonesiaan-nya, taste internasionalnya dapet banget!

Hei, bukankah pesawat terbang juga adalah wujud dari sebuah mimpi besar? Mimpi yang juga out of the box. Mimpi tentang bagaimana manusia bisa melayang di udara layaknya burung, atau bagaimana rasanya terbang di atas permadani bak kisah dongeng seribu satu malam. Duet jenius Wilbur dan Orville Wright-lah yang berani mewujudkan mimpi gila itu menjadi nyata. Tentu wujudnya bukan terbang dalam arti harfiah mengepak-ngepakkan tangan (sayap) layaknya burung, atau bukan hanya sekedar duduk bersila di atas permadani menyibak kerumunan awan layaknya Aladdin dan Jasmine. Namun benar-benar terbang di dalam sebuah benda yang bisa kita kendalikan, terbang dengan aman dan nyaman. Jika mimpi untuk terbang yang tadinya tidak mungkin akhirnya menjadi mungkin, kenapa kita tidak berani mewujudkan mimpi-mimpi lainnya yang mungkin jauh lebih “gila” dari itu? Yang jelas, keberhasilan bukan didapatkan dari mengayunkan tongkat ajaib atau mengucap mantra kan?😉

So, keep on moving. Dream, Believe, and Make It Happend! :-bd

[devieriana]

 

Berani Bermimpi!

10 thoughts on “Berani Bermimpi!

  1. devieriana says:

    @nengbiker : lomba apa yak?😕 . Aku malah nggak ngerti kalau ada lomba’e. Apa yang EF itu? Kalau itu sih udah lewat kemarin-kemarin kan?😀

  2. namanya juga bermimpi… haruslah lebih tinggi daripada sekedar kemampuan uluran tangan untuk meraih. I have a dream..kata si pak martin luther king…. impian memang haruslah terlihat hard to achieve…. namanya juga bermimpi..sehingga kita bisa belajar meloncat berkali kali untuk meraihnya

  3. admin says:

    sejak kapan jadi pengemar nya agnes?
    aku kira km cuma ngefans sama gombloh …. *inget ga ya* :p hihihihi😀

  4. Saya salut dengan AgMon.
    Biarpun banyak komentar negatif (ya biasa toh….), tapi dia tetap selalu positif dan kreatif. Tidak menyerah pada mimpi. Terus berusaha. Dan terbukti kok dia memang qualified.

  5. Cahya says:

    Saya tidak suka Agnes yang sekarang, itu saja opini saya tentang dia dan karyanya. Tapi jika tentang bagaimana ia membuat mimpinya dan membuka jalan untuk semua itu, saya rasa saya mesti mengakui dan memberi salut.

    Oh ya untuk masukkan di blog ini saya menemukan beberapa masalah, CAPTCHA (math antispam sepertinya) sering memblok saya jika saya berkomentar cukup panjang, sepertinya dia pakai cyclic time out, saya sudah beberapa kali mencoba menulis panjang, tapi selalu ditolak “captcha error”. Juga kolom komentar tidak accessible di peramban Opera. Dan yang terakhir, sepertinya mungkin hanya keliru eja, semestinya kata yang dipakai di CAPTCHA “ditambah” kan, dan bukannya “di tambah”🙂.

  6. mbak, menurut saya mimpi gila itu relatif ya.. misalnya bagi seorang Agnes membeli sebuah mobil Mercy adalah hal biasa, tapi bagi saya yang kantong cekak seperti bisa membeli sebuah Avanza dari hasil kerja sendiri sudah termasuk mimpi gila🙂

    Jadi mari bermimpi sesuai dengan kegilaan masing-masing lalu berusaha mewujudkannya🙂

    bukan begitu mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s