whole heartedly ..

flower-blue-sky

 

pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah ….

Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menghiburnya saat dia sedih, membantu & mendoakannya saat dia mengalami kesulitan, menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan..

 

 

[devieriana]

Advertisements
whole heartedly ..

A downer within

jokes

Stress karena pekerjaan? stress karena masalah keluarga, pacar, temen, bos? Akhirnya ngomel, ngedumel, nyalahin orang lain & lingkungan. Pernah ga sih kita ketemu sama orang yang kerjaan tiap harinya ngeluuuh mulu. Entah itu sodara, temen, bos, pacar,atau jangan-jangan kita sendiri yang termasuk dalam golongan seorang “downer”? uiih, .. jangan-jangan iya.. Downer itu apaan sih? nama artis yak? atau sejenis makanan, minuman, games, situs pertemanan baru atau istilah apa sih ini? –> kaya facebook gitu.. ;))

Downer adalah istilah buat seseorang yang sering melontarkan serangkaian keluhan-keluhan tentang betapa kesalnya dia atau betapa bencinya pada hal-hal tertentu. Atau kalau boleh saya istilahkan sebagai “tipe gelas separuh kosong”, si pengeluh yang selalu melihat sisi negatifnya dalam segala hal. Mmmh, kalian tau figur atau The Eeyore di kartun Winnie The Pooh, Grumpy Dwarf di cerita kartun Snow White, termasuk tokoh-tokoh antagonis dalam lakon film? Mereka adalah type downer sejati. Ciri-ciri seorang downer nih, misal : selalu menggerutu, “ih sebel banget gue sama..”, atau pas dateng telat selalu nggak mau ngakuin kalo emang itu murni kesalahan dia tapi justru menyalahkan yang jam weker ga bunyi-lah, yang jalanan macetlah. Atau seseorang yang selalu memandang rendah kemampuan dirinya sendiri. Seorang downer tidaklah mudah untuk di hadapi. Energi buruknya begitu menginfeksi sehingga jika berlama-lama menghadapinya kita bisa ketularan, karena seorang downer cenderung menjadi seorang pesimistis & hidup ga ada semangat-semangatnya..

Kalo dari apa yang pernah aku baca, konon Heath Ledger untuk menyelami perannya sebagai Joker di film Batman :  The Dark Knight, dia sering ditemui dalam kondisi yang suram & depresi guna memperkuat karakter si Joker bisa masuk dalam pribadinya. Dan ternyata setelah syuting berakhir dia kesulitan untuk menghilangkan karakter yang akhirnya jadi merasuk dalam kepribadiannya ini, sampai akhirnya dia meninggal dalam keadaan depresi berat. Termasuk juga salah satu aktor imut tahun 90’an Brad Renfro (aktor imut yang pernah jadi idola saya jaman duluuu.. heheheeh), aktor muda usia 25 tahun yang harus meninggal karena overdosis. Inipun disebabkan selain dia memang seorang pecandu narkotika & dia juga mengalami depresi, setelah perannya sebagai korban pelecehan seksual dalam film Sleepers (1996). –> jadi aktor ternyata serem juga yah? makanya saya dulu ga pernah mau jadi artis..

Pernah nih saya punya teman yang downer kaya gini. Isinya tiap hari ngeluuuuh mulu, kalo ga ngeluh badannya kurang sehat ya lingkungannya yang ga support dia, menyalahkan orang lain. Pokoknya menceritakan kehidupannya yang kayanya menderita banget. padahl sih ga gitu-gitu amat. Hampir setiap hari dia selalu mengeluhkan hal yang sama. Capek ga sih dengernya?

Trus gimana dong kalo ternyata di lingkungan kita ada orang-orang dengan type seperti ini? bukankah dia lama-lama bisa menginfeksi kita dengan “virusnya” ini? Enaknya kita jauhin, deketin, dibiarin aja atau gimana? Mmh, kalo ngejauhin sih jangan ya.. Soalnya orang-orang dengan type seperti ini menurut apa yang pernah aku baca ada kecenderungan ingin diperhatikan, ingin didengarkan.. Jadi ya dengerin aja dulu bentar, kasih dia ruang buat menuangkan uneg-uneg.. tapiiiii.. jangan pernah menjadikan keluhan dia masuk ke otak kita tanpa filter. Jadinya malah kita yang ikut jadi downer.

Nah, biar kita ga ikutan jadi downer caranya dengan belajar mengucapkan selamat tinggal pada kondisi lesu, loyo dan kemurungan. Misal nih, jalan-jalan aja keluar sebentar..hirup udara segar selama 15 – 20 menit. Kalau belum cukup tulislah di selembar kertas atau blog  dan ungkapkan kekesalan disana. makanya tak heran kalau sekarang banyak banget yang menulis di blog, ya salah satunya tanpa disadari itu adalah salah satu therapy supaya ga ikut jadi seorang downer. Tau ga sih, tulisan itu bukan sekedar curahan hati tapi juga bisa menjadi tolak ukur permasalahan. Kadang jika membuka kembali bagian halaman tersebut, kita akan tertawa melihat apa yg tertulis disana, “ya ampun gue ternyata dulu tolol banget ya, ngapain masalah kaya gini aja bikin gue stress ya?”

Remember, laughter is the best medicine. Dengan begitu, setidaknya kita sudah memiliki obat yang tepat mengatasi sifat downer dalam diri kita sendiri..  🙂

[devieriana]

 

ilustrasi dipinjam secara semena-mena di sini

A downer within